Jakarta – Menteri BUMN, Dahlan Iskan, meminta PT Jasa Marga Tbk mempersiapkan diri ekspansi ke Sumatera dengan menggarap pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 kilometer yang membentang dari Aceh hingga Lampung.
Jarak sejauh 1.000 kilometer itu mirip “jalan raya” kuno di Pulau Jawa, yaitu antara Anyer – Panarukan, dari ujung Jawa Barat ke ujung Jawa Timur.
“Jasa Marga harus mengembangkan usaha ke Sumatera, jangan melulu di Pulau Jawa. Sebelumnya, Jasa Marga sudah masuk ke Bali membangun jalan tol, sekarang saatnya berkiprah di Sumatera,” katanya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pembangunan jalan tol di Sumatera mendesak supaya terjadi percepatan pembangunan perekonomian daerah.
“Kalau infrastruktur jalan tol sudah tersedia, ditambah dengan pasokan listrik yang memadai maka ekonomi wilayah Sumatera bisa-bisa mengalahkan Jawa,” ujarnya.
Pada Jumat (17/2), Dahlan melakukan pertemuan pertemuan dengan 10 Gubernur se-Sumatera di Palembang, Sumatera Selatan, untuk membahas rencana pembangunan jalan tol tersebut.
Dahlan menjelaskan untuk menggarap proyek yang masuk dalam program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) itu, Jasa Marga bisa membentuk anak usaha dengan melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.
Pembentukan anak usaha Jasa Marga bisa dilakukan dengan delapan Pemprov seperti dengan Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi dan Lampung.
“Nantinya perusahaan patungan tersebut bisa diberi nama PT Jasa Marga Lampung, Jasa Marga Sumatera Utara, Jasa Marga Sumbar, Jasa Marga Sumsel, Jasa Marga Riau, dan Jasa Marga Jambi,” ujarnya.
Jasa Marga sendiri, katanya, sudah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah provinsi untuk membangun jalan tol seperti di Sumatera Barat dengan rencana awal pembangunan jalan tol sepanjang 27 kilometer dari Kota Padang-Si Cincin.
Selain itu, di Sumatera Utara ruas Medan-Kuala sepanjang 25 kilometer, Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 27 kilometer, di Provinsi Riau akan dibangun jalan tol sepanjang 160 kilometer yang menghubungkan Pekanbaru-Dumai.
Dia optimistis program pembangunan jalan tol di Sumatera tersebut dapat terlaksana, selain karena membutuhkan infrastruktur untuk mendorong perekonomian daerah-daerah tersebut, juga memiliki pendanaan yang sangat besar.
“Mereka (pemprov/pemkab) memiliki banyak uang, tinggal bagaimana masing-masing Pemda mempercepat dalam hal pembebasan lahan, termasuk izin-izin yang diperlukan,” tegasnya.
Jasa Marga sendiri memiliki pengalaman bertahun-tahun membangun dan mengelola jalan tol. Untuk mempercepat pembangunannya, Jasa Marga dapat menggunakan sistem pembangunan seperti yang dilakukan di Propinsi Bali.
Sementara itu Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menyatakan siap menggarap proyek pembangunan jalan tol di wilayah Sumatera.
“Secara korporasi kami sangat siap, apalagi ini menjadi bagian dari program pemerintah yang disinergikan dengan Pemda untuk membangun infrastruktur,” ujar Adityawarman.
Meski demikian Adityawarman belum merinci berapa besar nilai investasi total keseluruhan jalan tol yang akan dibangun tersebut. (ant)
Follow Twitter @harianaceh dan Facebook Ha




Pertama kata nya lebar 100 meter tapi sekarang udah 60 meter untuk penghematan kata nya nanti kalau udah di bangaun mungkin 6 meter ya. Dapat bocoran dari pers asing di aceh lagi ada razia senjata api di 10 kabupaten kota sepanjang pantai timur.
Off line niye 3 uroe
Oleh LeUM0, pada 22/02/2012 - 01:01
Kalau mau Indonesia itu maju ke depan, jangan tol aja di bangun kereta api laju bro. Jangan selalu President orang jawa ganti ding kan banya bangsa lain nya di Indonesia, jangan keturunan monyet aja jadi president.
Indonesia Bodrek………. Bila awak nak maju !!
Bodrek…
Oleh Lemah, pada 22/02/2012 - 18:01
Ah, ini hanya isapan jempol saja untuk menghibur orang-orang luar jawa, khususnya sumatera. Bagaimanapun prioritas utama tetap jawa. Lihat aja nanati, jalan tol Jkt-Sby akan dibangun. KA supersonik Jkt-SBY sedang digagas, malah sudah disurver. Jangan tanya KA Aceh kapan siap, karena KA Aceh hanya janji kosong Presiden Habibi saja. Dengan cara yang sekarang, 100 tahun lagi KA Aceh tak siap.Jakarta memang tak bosan-bosannya bual janji.
Oleh Gho Cangkoi, pada 23/02/2012 - 23:17
yah>>angin syurga jawa>>>nih gak habis2>
Oleh CUT, pada 29/02/2012 - 14:25
indon,,, klo msih da pemikiran,,, ank tiri ank kandung,,,, tak kan bakal maju,,,,
Percuma bayak progaram,,, tp satupu tak bejaya,,, bonded binik kau tu,, ckp je besar,,,,,,
indon korupsi dulu kau selesaikan,,,,,,,,
Oleh aneuk aceh, pada 05/03/2012 - 03:40