Jantho | Harian Aceh - Aparat polisi bersama puluhan warga Gampong Bayu, Kemukiman Lamkabeu, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Rabu (10/3) pagi menyisir lokasi kontak tembak antara polisi dengan kelompok bersenjata di kawasan hutan Paya Dua. Dengan menggunakan tombak, parang dan pedang, serta senjata tradisional lainnya, warga tampak antusias menyisir lokasi yang dijadikan tempat berlindung kelompok bersenjata saat terjadi kontak tembak beberapa hari lalu.
Pada penyisiran dilakukan sejak pukul 09.00 WIB, petugas bersama warga menemukan sejumlah barang diduga milik kelompok bersenjata, yakni puluhan peluru aktif dan ratusan selonsong, alat pencukur jenggot, sebo dan minyak singer yang digunakan untuk membersihkan senjata. Barang tersebut saat ini diamankan petugas kepolisian.
“Kami juga menemukan jenggot yang baru dicukur di lokasi itu,” tutur Abdullah, 35, warga Gampong Bayu, Seulimuem, Aceh Besar, kemarin.
Keikutsertaan masyarakat membantu polisi untuk menyisir lokasi di kawasan pegunungan Seulawah Agam merupakan inisiatif masyarakat setempat yang ingin daerahnya aman.
“Kami ingin gampong kami aman agar bisa mencari rezeki tanpa ada rasa takut,” ujarnya.
Lebih lanjut Abdullah mengatakan, penyisiran terhadap kelompok bersenjata itu dilakukan selama satu hari saja. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam watu dekat, warga juga akan melakukan penyisiran kembali.
Kembali Normal
Pantauan Harian Aceh sepanjang Rabu (19/3), di Kemukiman Lamkabeu, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, petugas kepolisian masih bersiaga di sejumlah titik yang dianggap menjadi jalur keluar bagi kelompok bersenjata itu. Petugas juga memeriksa pengedara sepeda motor yang melintasi jalur tersebut.
Meskipun demikian, pascaterjadinya kontak senjata antara petugas kepolisian Polda Aceh dan Tim Densus 88 dengan kelompok bersenjata beberapa hari lalu, aktivitas warga di kemukiman Lamkabeu kembali normal. Sebagian besar warga setempat kembali beraktivitas di kebun dan sawahnya. Selain itu, aktivitas belajar dan mengajar di SD Negeri Lamkabeu juga terlihat normal dan berjalan seperti biasa. (mrz/ct)



Banda Raya