HARIAN ACEH. COM

Tuesday
Mar 16th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Banda Raya Banda Aceh

Isu Teroris Aceh Bisa Menyeret ke Ranah Konflik

Banda Aceh | Harian Aceh - Para elemen sipil dan media massa diharapkan tidak mudah tergiring dengan isu terorisme di Aceh karena dapat menyeret daerah ini kembali ke ranah konflik.   

“Saya meminta elemen sipil berhati-hati menanggapi isu terorisme ini. Kesalahan menyikapi kasus ini akan dimanfaatkan pihak tertentu untuk mensetting keadaan Aceh di masa datang,” kata pengamat teroris Bustaman dalam diskusi terbuka di Forum LSM Aceh, Kamis (11/3). 

Bustaman  mencium adanya settingan pihak tertentu untuk mempertahankan isu terorisme di Aceh. Isu ini dinilai hanya akan mengurung Aceh seperti Afghanistan, Irak, Sudan serta Yaman. Sementara yang berkepentingan bermain di tengah isu tersebut adalah internasional. 

“Untuk mencegah hal ini, elemen sipil harus menghentikan lompatan-lompatan logika yang tidak memiliki bukti kuat. Yang dikatakan Polri tidak semuanya benar, bahkan korban tewas selama ini bisa jadi lebih dari satu,” jelasnya. 

Pada diskusi mengupas isu terorisme di Aceh yang digelar Forum LSM, Kamis (11/3) juga dihadiri berbagai perwakilan elemen sipil dan sejumlah pimpinan media lokal Aceh. 

Pemimpin Redaksi Harian Aceh Ariadi B Jangka dalam diskusi itu mengaku sependapat Bustaman. Ariadi juga menyatakan, sampai sekarang belum ada bukti kuat mengenai keberadaan terorisme di Aceh.

“Karena itu, kami sangat berhati-hati memberitakannya,” kata Ariadi. 

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh Muktaruddin Yakob menambahkan wartawan di Aceh sudah jenuh dengan keadaan perang. Namun yang menggembar-gemborkan ‘teroris Aceh’ selama ini hanya media nasional. 

“Bahkan kita sudah menyurati TV One menyangkut berita mereka selama ini. Peran media untuk mempertahankan perdamaian sangat penting,” tutur dia. 

Sementara Koordinator KontraS Aceh Hendra Fadli menyatakan komitmen elemen sipil untuk mempertahankan perdamaian di Aceh. Mereka juga menolak kekerasan terhadap masyarakat selama operasi kepolisian. 

”Aparat harus mengedepankan keselamatan masyarakat dan transparan. Polisi juga harus memastikan operasi yang mereka lakukan secara terukur dan proposional sehingga tidak memakan korban sipil,” akhiri dia. (crd)
 

Buru Kelompok Bersenjata, Warga Bayu Sisir Lokasi Bersama Polisi

Buru Kelompok Bersenjata, Warga Bayu Sisir Lokasi Bersama Polisi   Jantho | Harian Aceh - Aparat polisi  bersama puluhan warga Gampong Bayu, Kemukiman Lamkabeu, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Rabu (10/3) pagi menyisir lokasi kontak te...

Mahasiswa Beri Rapor Merah Kepemimpinan HUDA

Banda Aceh | Harian Aceh - Puluhan massa yang menamakan dirinya Koalisi Elemen Masyarakat Sipil Aceh Selatan (KEMAS), Rabu (10/3) berunjuk rasa guna terkait dua tahun duet...

IAIN Ar-Raniry Rombak Kabinet Besar-besaran

Banda Aceh | Harian Aceh - Rektor IAIN Ar-Raniry Farid Wajdi Ibrahim, Senin (8/3) merombak kabinet yang senergi sesuai dengan profesi dan keahlian masing-masing. Peromb...

Isu Teroris Bikin Warga Aceh Paranoid

Banda Aceh | Harian Aceh - Isu kekerasan terorisme di Aceh dapat membuat orang Aceh paranoid untuk jangka panjang. Penelitian di New Jersey, USA terhadap 280 remaja men...

Kesalahan Tembak Sering Terjadi

Banda Aceh | Harian Aceh - Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Teroris Menkopulhukam RI Arsyaad Mbail mengatakan, kesalahan tembak oleh polisi sering terjadi saat inside...

Tuding Pemerintah Aceh Otoriter, TKA Dinilai Lancarkan Propaganda Hitam

Banda Aceh --Sahabat Irwandi-Nazar menilai tudingan Tim Keprihatinan Aceh (TKA) yang menyebutkan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi sangat otoriter dan antikr...

Mogok Angkutan L-300 Berakhir, Sejumlah Tuntutan Organda Terpenuhi

Banda Aceh | Harian Aceh - Aksi mogok angkutan L-300 di Aceh berakhir, Selasa (22/12) sekira pukul 12.00 WIB. Dihentikan aksi itu setelah tercapainya sejumlah kesepakatan ...

43 Prajurit Kodam IM Dipecat, Ganja dan SS Dimusnahkan

Banda Aceh | Harian Aceh - Seikitnya 43 prajurit Kodam Iskandar Muda (IM) dipecat dari dinas keprajuritan  Angkatan Darat (AD) sejak periode 2006-2009 karena terlibat kasu...

Kasus Penyimpangan DAK Abdya, Mantan Kadisdik Ditahan ,Bupati Abdya Diduga Terlibat

Blangpidie | Harian Aceh - Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Barat Daya (Abdya) Drs Nasruddin MHum ditahan Kejaksaan Negeri Blangpidie, Senin (21/12), terkait...

Perkara Anggota TNI Belot ke GAM, Besok, Terdakwa Asral Divonis

Banda Aceh | Harian Aceh - Majelis hakim Pengadilan Militer I-01 Banda Aceh, Rabu (23/12) besok, akan membacakan vonis terhadap terdakwa Asral mantan anggota TNI belot ke ...

Empat Hari Habiskan Rp3,7 M, AMPAS Desak Kejati Usut Dana PKA Aceh Selatan

Banda Aceh | Harian Aceh - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menghabiskan Rp3,7 miliar selama empat hari mengikuti Pekan Kebudayaan Aceh (PKA)-V pada Agustus lalu. Aliansi...

BPS Aceh Rekrut 10 Ribu Petugas

Banda Aceh | Harian Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh akan merekrut 10 ribu warga sebagai petugas Sensus Penduduk (SP) yang dijalankan 1 Januari hingga 31 Mei 2010. ...
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 35