HARIAN ACEH. COM

Saturday
Mar 13th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Banda Raya Banda Aceh Realisasi PBB Aceh Capai Rp18,89 Miliar

Realisasi PBB Aceh Capai Rp18,89 Miliar

Banda Aceh | Harian Aceh - Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pemerintah Aceh melalui Sektor Perdesaan dan Perkotaan (SKB) untuk tahun 2008 telah mencapai Rp18,894 miliar. Dari jumlah ini menempatkan posisi Kota Subulussalam sebagai daerah pengumpul terbanyak PBB yakni sebesar Rp157.820.000.

“Ada tiga Kabupaten/Kota dalam Provinsi Aceh yang meraih peringkat sebagai pengumpul terbaik PBB SKB tahun 2008 yaitu Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Gayo Lues,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh selaku Ketua Tim Intensifikasi PBB dan BPHTB, Husni Bahri TOB kepada wartawan di sela-sela rapat Intensifikasi PBB dan BPHTB antara Pemerintahan Aceh dengan Kabupaten/Kota di ruang serba guna Kantor Gubernur, Rabu (9/9).

Kepada ketiga kabupaten/kota terbaik ini dihadiahkan masing-masing satu unit sepeda motor.

Menurutnya, rencana penerimaan PBB Pemerintah Aceh pada tahun 2008 sebenarnya hanyalah sebesar Rp18.801.446.000. Namun terealisasi 100,50 persen atau sebesar Rp18.894.653.000. “Saya berharap hasil ini terus dipertahankan hingga perhitungan hasil PBB Provinsi Aceh tahun 2009 nanti,” kata  Husni.

Tim Intensifikasi PBB dan BPHTB Provinsi Aceh juga memberikan penghargaan pada tiga Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama yang dinilai terbaik dalam mengumpulkan PBB dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Aceh. Ketiga KPP Pratama ini adalah KPP Pratama kota Lhokseumawe, KPP Pratama Kota Subulussalam, serta KPP Pratama Tapaktuan.

BPHTB Provinsi Aceh tahun 2008 yaitu Rp14.582.649.000 atau 139 persen dari rencana awal. “Hal ini menuntut kita harus bekerja lebih keras lagi di masa-masa yang akan datang,”jelasnya lagi.

Untuk tahun ini (2009-red), total PBB yang baru masuk hingga 7 September lalu baru mencapai 28,09 persen. Sedangkan sektor BPHTB baru mencapai 44,40 persen dari target.

“Waktu yang tinggal tiga bulan lagi bisa digunakan semaksimal mungkin untuk mengamankan sektor PBB dan BPHTB Provinsi Aceh yang masih sangat banyak jika digarap serius,” katanya.(mrd)