Hasbi kepala SMP N3 itu mengatakan, sekolah mulai berdiri pada bulan Januari tahun 2007 untuk mengokomudir anak-anak usia wajib belajar di empat gampong yang berdekatan dengan sekolah. Karena SMP N1 dan 2 jauh dari gampong tersebut sehingga memerlukan biaya transportasi ke sekolah, sedangkan perekonomian masyarakat setempat masih rendah.
“Kehadiran sekolah SMP di sini sudah sangat di butuhkan, dalam rangka merealisasikan program pemerintah wajib belajar sembilan tahun,” ujarnya kepada Harian Aceh Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, warga empat gampong disekeliling sekolah sangat antusias soal pendirian sekolah SMP ini. Buktinya mereka menghibahkan sebahagian lahan untuk sekolah dan juga membantu biaya pembangunan berdirinya dua lokal belajar, sesuai dengan kemampuan mereka. Warga dimaksud adalah gampong Peunelop, Gunung rotan, Beutong dan gampong Limo Sare. “ Siswa yang mendaftar cukup banyak pada tahun 2008, akibat terbatasnya ruang belajar, maka siswa yang telah mendaftarpun terpaksa dialihkan ke SMP lain,” tambahnya.(ian)



