HARIAN ACEH. COM

Friday
Jul 30th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Barat Selatan Aceh Selatan Puluhan Santri Sakit Mendadak

Puluhan Santri Sakit Mendadak

Tapaktuan | Harian Aceh -  Puluhan santri di Pesantren Darul Itami Kecamatan Pasieraja Kabupaten Aceh Selatan sakit mendadak .  Empat diantarannya terpaksa dirawat dirumah sakit umum Dr Yulidin Away Tapaktuan. sementara 90 dari 180 santri dijemput oleh orang tuanya.

Kempat santri yang masih mengalami perawatan di RSU YA saat ini adalah Nazmudin Amri (12) warga Gampong Ladang Rimba Pasie Raja, Jasman Efendy (12) dan Akmal (13) warga Air Berudang Tapaktuan. Dua dari rombongan mereka telah dibawa pulang oleh orang tunya. Sedangkan Ichsan santri asal Gampong Teupin Gajah telah terlebih dahulu dibawa langsung oleh orang tuanya ke rumah sakit pada Senin (10/8) kemarin.

 

 

Nazmuddin mengatakan awalnya ia merasakan sakit kepala dibagian kening yang diiringi batuk,pusing  dan terkadang menggigil kedinginan,  keadaan ini sama halnya dengan dialami rekannya yang ditempatkan dalam satu sal dirumah sakit tersebut. Suhu tubuh ketika deman mencapai 40 derjad celcius. “Anak saya sudah mendapat suntikan dua kali selama dirumah sakit ini, dan obatnya dibeli diluar pake resep,” kata Hj Marwati (41) ibu Nazmuddin.

Dr  Deddy Gumilang yang menangani para santri di rumah sakit, menyebutkan belum dapat memastikan jenis penyakit yang menimpa para santri itu, sebab belum ada hasil pemeriksaan darah dari laboratorium. Hal itu diakibatkan reagent (bahan kimia ) untuk pengujian kebetulan habis. “bila reagent sudah sampai segera dilakukan pemeriksaan darah,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, Drs Syarifuddin Selasa (11/8) di Tapaktuan kepada Harian Aceh menjelaskan penyakit yang dialami para santri di pesantren tersebut sama dengan dialami siswa SMA Unggul Tapaktuan pada bulan Juli kemarin. “ Masih sekitar flu yang dibarengi dengan panas tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan pihaknya telah menurunkan tim ke pesantren tersebut dan melakukan pemeriksaan serta pengasapan. Tentang kepulangan 90 santri yang dijemput oleh orang tuanya, kata kadis adalah langkah yang tepat, sebab disamping untuk menghambat meluasnya virus dalam satu komunitas di asrama dan  juga akan memberikan efek fisiologi terhadap santri yang kembali dekat dengan orang tuanya. “Diharapkan langkah ini dapat mempercepat proses penyembuhan,” katanya.

Soal dugaan terkena susfec flu H1N1 yang men-endemi saat ini, menurut Syafrudin mungkin saja, tetapi untuk menetapkan terinfeksi penyakit tersebut, harus dilakukan pemeriksaan yang akurat, dan itu hanya dapat dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan yang ada di Litbangkes Jakarta. “Hingga saat ini kami belum menerima hasil pemeriksaan sampel lendir tenggorokan dari siswa SMA unggul Tapaktuan yang telah dikirim lab tersebut, dan kami masih menunggu,” terangnya.(ian)