Mantan Geuchik Tanoh Manyang, Abdullah, Rabu (16/12) mengatakan, masyarakat yang bermukim di tiga kemukiman disana mengeluhkan dengan kondisi jalan yang menjadi satu-satunya jalur transportasi dari Sarah Raya dan Teunom itu. “Sudah puluhan tahun rusak tapi tidak perbaiki sampai sekarang,” katanya.
Di jalan sepanjang 32 kilometer itu, terlihat banyak lubang dan kubangan. Andullah menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya tidak serius membangun daerah tersebut. “Sekarang hasil pertanian terpaksa kami jual murah, karena tidak bisa kami pasarkan ke luar,” ungkapnya.
Syarkawi warga Timpleng juga mengungkapkan hal yang sama. Bila jalan itu tidak diperbaiki, ia dan warga meminta untuk bergabung kembali dengan Kabupaten Aceh Barat selaku kabupaten induk.cwn



