Kapores Simeulue AKBP R Dadik, SH mengatakan, pasca ditemukannya mayat Uncut selasa lalu, pihak kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus melakukan penyisiran untuk memburu pelaku namun hingga kemarin belum membuahkan hasil maksimal.
Kata Dadik, selain memburu pelaku, pihaknya juga sedang menyelidiki motif pembunuhan yang menewaskan ayah tiga orang anak itu dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi-saksi termasuk istri dan anak-anak korban. “Kami tetap intensifkan pemburuan, sampai pelaku dapat ditemukan. Kami juga memintai keterangan dari saksi-saksi termasuk kelurga korban, dengan keterangan saksi nantinya akan ada masukan sehingga memudahkan polisi dalam penyelidikan” kata Kapolres Simeulue, kemarin.
Menurut Kapolres, Barang Bukti (BB) proyektil peluru yang berhasil dikeluarkan pihak RSUD Simeulue dari kepala korban, dalam waktu dekat segera dikirim ke Labfor uji balistik cabang Medan, guna mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku.
“Kita tunggu saja nanti hasil labfor, sehingga akan tahu jenis senjata yang digunakan pelaku. Dari hasil dokumentasi foto visual kami , korban diperkirakan ditembak dari arah belakang kepala, hingga mencapai tulang kening , hal itu sesuai dengan letak proyektil peluru yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit,” ungkapnya.
Sementara itu, Rosniati 40 istri korban, berharap agar pihak keplisian segera menangkap dan menghukum mati pelaku yang menghabisi nyawa suaminya itu. “Saya minta pelaku segera ditangkap dan dihukum seperti yang saya derita dan anak-anak saya” kata Rosiniati kepada Harian Aceh, sambil memeluk tiga anaknya hasil perkawinannya dengan korban Uncut yakni, Feldi 14, Fiska 12 dan Firda 10. Ketiga anak peninggalan korban itu masih duduk dibangku SMP dan SD
Rosniati mengisahkan, kematian suaminya yang tidak disangka-sangka itu, sebelumnya tidak ada tanda-tanda aneh dalam kelurganya. Selamanya ini suaminya juga tidak memiliki musuh dan aktif dalam kegiatan bermasyarakat di desa tempat tinggal korban yakni, Desa Labuah. “Kami sama sekali tidak menduga kalau suami saya dan bapak dari anak-anak saya itu, begitu cepat meninggalkan kami, kami berharap semoga dia pelakunya cepat ditangkap dan dihukum,” ungkapnya dengan linangan air mata.
Seperti diberitakan Harian Aceh, kemarin, Lahmudin ditemukan tewas dengan luka tembak di areal kayu olahan dalam hutan pegunungan Babah Dua, kabupaten Simeulue, Selasa (9/6) sekira pukul 21:30 WIB. Hasil olah TKP Polisi menemukan satu unit mesin Chainsaw, jiregen, Tas Pakaian dan Rantang makanan perbekalan keluarga miskin tersebut.(ahm/min)



