Muara Dua | Harian Aceh - Masyarakat Paya Lhok, Gampong Paya Punteut, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe harus rela ‘membelah’ perbukitaan setempat demi mendirikan masjid. “Rata-rata ada sekitar 180 unit per hari armada dum truk yang melakukan muatan galian C dari bukit ini, dengan harga antara harga Rp20 ribu-Rp24 ribu per truk,” kata Ustadz Azis, Imum Paya Lhok, diamini Sayed Idrus kepada Harian Aceh, Rabu (10/3).
“Jadi semua terpaksa dilakukan, karena jauh sekali jika harus salat berjamaah ke masjid. Paling dekat adalah ke Cunda atau Meunasah Mesjid. Itu juga harus berdesak-desakan,” lanjutnya, “Kami sebenarnya masih sangat mengharapkan bantuan pemerintah.” (win)



Ekbis
Banda Aceh | Harian Aceh
- Produsen minuman probiotik dunia, melalui PT Yakult Indonesia Persada mulai membuka kantor cabang di Banda Aceh.

Bireuen | Harian Aceh
- Sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan terkait badan jalan di Kota Bireuen yang terus ‘dikuasi’ pihak pedagang kaki lima (PKL) setiap harinya.
Bireuen | HarianAceh
- Ramli Abdurrahman, 32, seorang perajin batako asal desa Cot Rabo Baroh Kecamatan Peusangan Bireuen mulai melirik pasar ke luar daerah. Terutama Lhok...

