Kepala Bidang Pertanian, Impiansyah, Rabu (1/7) menyebutkan, secara keseluruhan hasil verifikasi petugas di lapangan, luas areal persawahan di Lhokseumawe sekitar 900 ha, yang tersebar di empat kecamatan, meliputi Blang Mangat, Muara Satu dan Muara Dua.
Kebutuhan pupuk ini, dengan sistem penyaluran melalui delapan kios penyalur yang telah mendapat legilitas kalayakannya dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Pupuk tersebut disalurkan melalui Rencana Definitif Kelompok Kerja (RDKK) yang ditetapkan.
”Untuk penyaluran pupuk, agar tidak terjadi kelangkaan dan sebagianya, sudah saatnya dibentuk Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Dan, ini sangat penting dihadirkan, karena untuk member jaminan akan terpenuhinya kebutuhan pupuk petani,“ jelasnya.
Di sisi lain, Impansyah juga menyebut kebutuhan pupuk untuk sektor peternakan, perikanan dan perkebunan tahun ini mencapai 267 ton. “Kebutuhan ini juga butuh perhatian serius karena sektor tersebut juga menjadi tumpuan bagi petani dan perekonomian daerah,” katanya.
Dia juga mengingatkan agar distribusi pupuk diawasi secara bersama-sama, biar tepat sasaran dan langsung bisa dirasakan oleh petani.(win)



