“Pemda Abdya tampaknya kurang siap menjaring para pemilik modal itu,” ujar Konsultan Bisnis, Mus Mulyadi Lingga, kepada Harian Aceh, di Abdya, Rabu (1/7).
Belakangan ini, beberapa pelaku bisnis memang datang ke Abdya, hanya saja, mereka belum membuat komitmen apapun.
Bahkan beberapa investor yang sudah pernah masuk ke beberapa bidang juga tidak bekerja secara menyeluruh, karena sebatas melakukan penanaman modal dengan jumlah yang sangat kecil serta dianggap tidak lebih seperti survei alias hanya sekadar melihat-lihat.
Menurut Mus Mulyadi, peluang investasi di Abdya lumayan besar. Sayangnya, pemerintah tidak memberikan iklim yang cerah. “Kesiapan data tentang potensi daerah saja tidak cukup memadai, akibatnya investor enggan masuk ke sini,” katanya.
Di sisi lain, dia juga menyebut tentang lemahnya promosi peluang investasi Abdya. Malahan, dia menyebut, birokrasi pengembangan bisnis di daerah sangat tertutup.
“Jika Pemkab bisa menyediakan data yang aktual serta sosialisasi kepada calon investor lebih komunikatif tentu persoalan seperti itu tidak terjadi. Belum lagi ada kesan birokrasi bisnis juga sangat tertutup, hal itu bisa dilihat dengan para investor yang masuk umumnya melakukan penjajakan dari pihak ketiga,” ujar Mus Mulyadi.
Mus Mulyadi juga menganggap sikap Pemda Abdya belum serius memaparkan ke publik tentang data potensi daerah yang ada, akibatnya pilihan investasi menjadi terbatas. Di samping itu, banyak potensi lainnya di daerah yang akhirnya tidak bisa diakses dunia luar.
Salah satu investor yang sudah lama menjajaki kakinya di Abdya adalah di bidang pertambangan yaitu PT Juya Aceh Minning (JAM). Perusahaan ini telah mengantongi izin eksplorasi di daerah Kecamatan Babahrot, Kuala Batee dan Jeumpa.
Hanya saja, hampir setahun lebih perusahaan tersebut belum juga bergerak dan melakukan aktivitas.
Kepala Dinas Pertambangan dan Pertambangan Abdya Drs.Sulaiman, MM, kepada wartawan pada Senin (29/6) lalu mengakui adanya sejumlah kelemahan. Dia menyebut tentang tak adanya stimulus bagi para investor. Selain itu, faktor krisis global juga menghambat investasi di Abya.
PT JAM, misalnya, sempat mempending pekerjaan akibat krisis. Namun perkembangan terakhir mereka sudah mulai kembali menjalankan landclearing dan memasukkan alat cruiser. “Kita berharap proyek ini segera jalan sehingga ada penyerapan tenaga kerja lokal,” katanya.
Sejauh ini dinas pertambangan Abdya juga sudah menerima beberapa investor yang ingin masuk ke Abdya dan bahkan telah melakukan survei ke beberapa lokasi.(fri)



