Bireuen | HarianAceh - Ramli Abdurrahman, 32, seorang perajin batako asal desa Cot Rabo Baroh Kecamatan Peusangan Bireuen mulai melirik pasar ke luar daerah. Terutama Lhokseumawe dan Banda Aceh. Dengan modal awal hanya Rp10 juta, Ramli yang telah merintis usaha pembuatan batako di desanya sejak tiga tahun silam mampu memasarkan 20 ribu batako setiap bulannya. Khususnya untuk wilayah Kota Bireuen dan Peusangan.
“Satu unit batako saya jual Rp2.000 rib. Namun selama kenaikan harga semen saya sempat berhenti memproduksi batako, sambil menunggu stabilnya harga,” imbuh Ramli. Meskipun masih menggunakan cetakan manual, dalam satu hari, Ramli dapat menghasilkan cetakan batako sebanyak dua ratus biji.job



