Kutacane | Harian Aceh - Puluhan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Gunung Lauser (PTGL), Senin (21/12) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengara untuk mengusuk kasus dugaan penyimpangan proyek pembangunan multi chanel senilai Rp1,42 miliar.
Mereka juga meminta dewan untuk menelaan secara kritis Laporan Pertangung jawaban (LPJ) Bupati Ir H Hasanuddin Beruh, serta meminta pemerintah setempat untuk membayarkan sisa dana subsidi desa sebesar Rp5,93 miliar.
Ketua DPRK Aceh Tenggara H Muhammad Salim Fakhri SE,MM bersama anggoata dewan lainya terlihat sambut baik orasi sejumlah mahasiswa tersebut sementara itu Ketua DPRK mengatakan masalah kasus dugaan multi chanel sudah sampai kepada kejaksaan. “ Ini juga sudah kami bahas di dewan,” katanya.
Aksi unjuk rasa itu berakhir ricuh, seorang mahasiwa dibogem oleh poisi hingga giginya rontok. Korban adalah Ronal Muliana (22), warga Gampong Kandang Blang, Kecamatan Lawe Bulan.
Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara Jamidin Hamdani menyayangkan insiden pemukulan mahasiswa tersebut. Ia meminta pihak Polres untuk menindak tegas personilnya. Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Drs Arsyad KH sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi karena berada di luar kota.cma



