Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Pol Edward Aritonang mengatakan pihaknya telah mengetahui identitas para tersangka teroris di Aceh yang belum tertangkap. "Calon-calon (penerus) generasi ini sebagian datanya sudah kita dapatkan dan menjadi sasaran pengejaran," Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/3).
Jajaran kepolisian bertekad menangkap seluruh tersangka teroris yang sudah teridentifikasi. “Mereka harus bisa kita tangkap termasuk juga para rekrutmen baru dan lain yang belum masuk data base kita. Semuanya dilakukan agar Polri bisa memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat," katanya.
Menurut Edward, jaringan teroris sulit diberantas tanpa bantuan semua pihak kepada Polri. Polri, kata dia, meminta kepada pihak-pihak seperti Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak lain agar memberi perhatian khusus terhadap perekrutan anak-anak oleh jaringan teroris.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polri melakukan penggerebekan kamp latihan kelompok bersenjata di Aceh. Selain itu, Polri juga melakukan penggerebekan di Pamulang, Jawa Barat. Kepolisian telah menangkap 21 tersangka teroris dalam keadaan hidup, 14 di antaranya ditangkap di Aceh, empat orang di Jakarta dan Jawa Barat, dua orang di Pamulang, serta satu orang di Solo. Polisi juga menembak mati enam tersangka teroris, tiga tewas di Aceh dan tiga di Jakarta, termasuk tersangka teroris yang paling dicari, Dulmatin. (vvn)



Nusa
Jakarta | Harian Aceh
- Polri memastikan tersangka teroris internasional, Dulmatin meninggal dalam penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Sebelum meninggal,...


