HARIAN ACEH. COM

Monday
Mar 15th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Opini

Perang Gayo, Sejarah Perang Aceh yang Tercecer

SEJUJURNYA harus kita akui bahwa Perang Gayo merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Perang Aceh. Tidak afdal kalau kita bicara perang Aceh tanpa sedikitpun bicara tentang sejarah Perang Gayo.

Meletusnya Perang Gayo

Lebih kurang 27 tahun setelah meletusnya Perang Aceh di kawasan pesisir (baca; 26 Maret 1873 ), atau tepatnya di awal tahun 1900-an, pasukan Belanda mulai menyusun strategi menyerbu Tanah Gayo. Hal tersebut diilhami untuk meredam strategi gerilya jangka panjang yang diterapkan Kesultanan Aceh untuk menghindari penangkapan pasukan Belanda. Dan, dari belantara hutan pegunungan Gayo itulah yang merupakan benteng terakhir pertahanan kerajaan Kesultanan Aceh. Ini awal meletusnya Perang Gayo.

Perang Sebelum Kemerdekaan

Setelah hampir sebagian pesisir daerah Aceh di kuasai pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda mengintensifkan sasaran ke bagian pedalaman Aceh (Tanah Gayo), karena daerah tersebut dijadikan tameng tempat berlindungnya para pejuang-pejuang Aceh yang terus bergerilya. Tanah Gayo merupakan wilayah yang paling akhir dimasuki Pasukan Belanda selama menjajah di nusantara ini.

 

Kelangkaan Semen dan Gerakan yang dibungkam

MEMBACA media massa lokal Aceh beberapa waktu lalu tentang kelangkaan semen di Aceh membentangkan sejenis keharuan, antara ingin bersorak  gembira atau bersedih. Bersorak ...

Blang Padang, Tanah Sengketa!

POLEMIK mengenai status tanah Blang Padang kembali mengemuka, setelah pihak DPRA mendesak Gubernur Aceh untuk mengurus sertifikat atas tanah tersebut sebagai salah satu as...

Menimbang ‘Politik Pencitraan’ Pemerintahan SBY dalam Menyelesaikan Persoalan Bangsa

SEJAK reformasi bergulir, bangsa Indonesia mengalami persoalan kebangsaan yang tiada habisnya. Mulai dari persolan Hak Asasi Manusia (HAM), korupsi, TKI, utang luar negeri...

Pergerakan Mahasiswa, Mati Surikah?

MAHASISWA adalah kaum terpelajar muda yang berada pada level tertinggi suatu proses pendidikan. Pada diri merekalah terdapat sebuah tumpuan harapan rakyat yang sangat besa...

Jalan Layang; Selamatkan Konstruksi Sosial

UNTUK memahami gerakan sosial secara lebih tajam, tak ada salahnya jika kita menengok sebentar teori Manuel Castells (1983) dalam bukunya The City and The Grass Roots. Cas...

Legislator Beretika

PEKERJAAN sebagai anggota legislatif (wakil rakyat) adalah pekerjaan mengemban amanah dan tanggungjawab. Dalam Islam, orang-orang yang sanggup menunaikan amanah dan melaks...

Kenapa Muslim Menolak Syariat?

WACANA larangan memakai busana ketat bagi wanita muslim di Aceh Barat yang digagas Bupati setempat semakin menuai kontroversi. Ada yang pro dan tidak sedikit pula yang kon...

Guru dan Siswa Tak Terpisahkan

PROFESI guru, seperti kita tahu bukanlah sebuah profesi yang gampang untuk digeluti. Tersimpan sejuta tanggung jawab di baliknya. Sebut saja, tanggung jawab terhadap pemer...

Substansi Hukum Rajam

PARA penganut hedonisme dan pelaku pola hidup permisif sekarang ini beranggapan bahwa zina/pelacuran merupakan kebutuhan biologis biasa, sehingga boleh-boleh saja dilakuka...

Objektivitas Wakil Rakyat

Lahirnya era Reformasi telah memberi ruang gerak, yang sangat luas kepada sejumlah komponen bangsa dalam turut membangun demokrasi di negeri ini.

Kini tata pemerintahan ki...

Mengusai Ilmu Memelihara Umat

Putrajaya 7 September 2009. Buah pertemuan dengan bekas orang nomor satu di Malaysia, Dr. Tun Mahathir Muhammad, seorang arsitek pembangun Malaysia yang tidak pernah dina...

Ber-Handphone dengan Etika

HANDPHONE (HP) saat ini telah menjadi primadona bagi hampir semua lapisan masyarakat kita. Jika dulu kebutuhan terhadap barang elektronik ini dianggap sebagai kebutuhan te...

Industri Bersih dan Filantropi

INDUSTRI lahir karena kombinasi kekayaan lingkungan, sumberdaya, dan kreativitas manusia. Mengapa manusia mengembangkan perindustrian? Karena melalui industri diharapkan d...

Pendokumentasian Kasus Penghilangan Paksa di Aceh

MEMASUKI tahun 2009, penyelesaian pelanggaran HAM di Aceh selalu menjadi alasan terabaikannya hak-hak korban pelanggaran HAM. Permasalahan tersebut tidak hanya karena  bel...

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 13
We have 97 guests online