Sigli-Sekitar 20 ibu di Gampong Kareung Batee mengamuk dan melemparkan batu ke arah kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pidie, Senin (2/11) sekitar pukul 11.00 WIB. Masyarakat menilai pihak Dinas tidak adil dalam menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH). Akibatnya kaca kantor pecah namun tak ada korban jiwa.Kejadian tersebut berawal pada kekecewaan warga yang tidak mendapat jatah dana program sosial yang dinialai warga sangat tak adil. Dana yang seharusnya diberikan kepada keluarga tidak mampu, tetapi diberikan kepada yang tidak berhak.
“Kami merasa dirugikan dan sungguh tak adil bila kami yang miskin dan punya beberapa anak tapi tak mendapat jatah, sementara yang lain yang kaya mendapatkannya,” kata perwakilan pendemo, Hanifah, didampingi Cut Nurmala kepada Harian Aceh, Senin (2/11).
Pihak Dinas Sosial, sebut mereka, sangat diskriminasi dan pilih kasih dalam menyalurkan bantuan. Petugas di lapangan hanya diam saja atas nasib mereka.
“Kami sama-sama miskin, sementara warga yang dekat atau punya hubungan famili dengan Keuchik dan tuha Peut mendapatkan jatah,” kata mereka.
Warga hanya menuntut keadilan, karena pihak dinas Sosial berjanji melakukan perobahan data dan juga akan melakukan perbaikan mengenai data penerima manfaat.
Namun, sebut mereka, pada pekan kemarin masyarakat di kampungnya sudah menerima lagi dana yang bersumber dari program tersebut. “Kami ada surat perjanjian dengan pihak Dinos yang ditandatangani Kepala Dinas, Keuchik, pendamping PKH dan juga tokoh masyarakat Gampong terkait perubahan data penerima, namun tiba-tiba beberapa hari lalu masyarakat kampung sudah mengambilnya, sementara kami tidak ada,” kata Hanifah yang juga seorang ibu rumah tangga, sambil menunjukan surat perjanjian itu.
Sebenarnya, kat Hanifah, warga mendatangi kantor Dinsos untuk mempetaanyakan kejelasan hal tersebut, namun mereka tak sanggup menahan emos karena merasa dipermainkan sehingga mereka melempar batu ke arah kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, sehingga kaca ukuran besar depan kantor hancur.
Pantauan Harian Aceh di lokasi kemarin, para pendemo setelah melakukan pengrusakan kantor pada pagi harinya, mereka kemudian beristirahat di sekitar kantor tersebut sambil menunggu kepala Dinas.
Massa yang sudah emosi kemudian kembali beraksi pada siang hari sekitar pukul 13.40. Para ibu tumah tangga dengan berbekal batu besar ukuran 2 kg di tangan, berencana melempar lagi, namun berhasil digagalkan oleh sejumlah petugas Satpol PP yang berada di lokasi.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pidie, Ir. Saiful Mukhlis, kepada sejumlah pendemo saat melakukan diskusi di ruang kerjanya, mengatakan, keterlibatannya dalam program tersebut hanya sebagai tim koordinasi. Jika ada yang keliru terkait penerima manfaat itu merupakan data yang diambil di pusat statistik. “Bukan pada kami kebijakannya, data tersebut diambil dari pusat statistik, namun jika ada yang keliru kami akan mengkoordinasikan kembali,” ungkapnya.
Untuk perbaikan data di Gampong Kareung Batee, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak statistik, namun data tersebut berlaku untuk tahun 2010. “Kami sudah melakukan upayakan perbaikan data yang kami usulkan ke statistik, tapi bukan tahun ini,”katanya sembari meminta pendemo bersabar.
Hingga berita ini diturunkan belum dapat diidentifikasi kerugian materi akibat demo yang berujung anarkis tersebut. Para pendemo mengancam akan melakukan hal yang serupa apabila diskriminasi terulang lagi.cmh


