Ketua Pansus terpilih, Drs. Sabirin, kepada Harian Aceh, kemarin mengatakan pihaknya sangat serius menyikapi persoalan yang dihadapi para mahasiswa Unigha. Pansus yang dipimpinnya segera memanggil pihak yang terlibat dalam manajemen Unigha, seperti pemilik Yayasan dan rektorat. ”Kita sangat serius menyelesaikan masalah ini. Juga ini PR pertama bagi kami di sini,” ujar Sabirin yang juga mantan Guru ini.
Tim Pansus yang dipimpinnya berjumlah 15 orang ini langsung bekerja untuk menelusuri persoalan kampus. Direncanakan Rabu (4/11) akan memanggil rektorat, setelah itu baru pengurus dan pemilik Yayasan.
“Kita berupaya menuntaskan semua persoalan Unigha yang hingga kini masih bermasalah, seperti akreditasi dan status kepemilikan yang kini menjadi tuntutan mahasiswa,” paparnya.
Sabirin sendiri mengaku sedih dengan kondisi Unigha. Katanya, Unigha sudah mencetak banyak intelektual yang kini menduduki sejumlah jabatan penting di Aceh dan Kabupaten. “Dulu, Unigha Kampus kebanggaan masyarakat Pidie,” kata politisi dari Partai Aceh (PA) ini.
Sementara itu sejumlah sumber Harian Aceh, mengatakan, pihak Yayasan dan Rektotar sekarang sedang mengurus akreditasi sejumlah Fakultas. Menurut bocoran, dalam waktu dekat ini semua proses akreditasi selesai. “Dalam waktu dekat ini akreditasi sudah siap semuanya, ini sedang diurus,” ujar sumber dari dalam Unigha, kemarin.ari



